Coretan kertas..January 27, 2009 4:54 pm

Korupsi Lagi Korupsi lagi..

Kemarin anggota DPR, Gubernur, Bupati… Dan akhirnya merembet ke daerah asal saya Cilacap, yang tidak sengaja saya tonton dari TVONE semalam. Agak kaget juga saya..

Bagi saya yang dulu sering terlibat dalam hal pengadaan barang bisa merasakan mana proyek yang berbau korupsi mana yang tidak. Korupsi di Cilacap ini terkait kepada pengadaan komputer untuk setiap desa dan kelurahan… Konon beberapa/banyak desa baru saja mendapatkan dana (ABB kalo saya tidak salah dengar..) yang cukup besar. Namun dana ini seharusnya diperuntukkan bagi pembangunan sarana dan percepatan pembangunan desa (tidak boleh dipake untuk program kabupaten). Namun bergulirnya dana ini dimanfaatkan oleh pemerintah kabupaten Cilacap untuk pengadaan komputer pada tiap desa dengan sedikit banyak memaksa tiap desa membeli komputer dari pemerintah kabupaten Cilacap.

Bau korupsi-nya sangat terasa karena:

  • Pengadaannya dipaksakan ke desa-desa (bahkan beberapa desa sebenarnya menolak membeli tapi ya… dipaksa)
  • Spec komputernya agak dibuat tinggi sehingga mahal (layar LCD, komplit dengan meja-nya dll..)
  • Alamat rekanannya fiktif
  • Komputer di beli di Jakarta…
  • Perhitungan saya harganya sudah di mark-up
  • Yang terakhir ya maksa-nya itu.. hari gene gitu loh

Komputer bukan barang aneh lagi, kenapa harus beli di Jakarta. Di Purwokerto, joga juga banyak, dan kalo belinya deket berarti product support-nya lebih terjamin. Ngapain maksa, kalo butuh juga beli sendiri gampang sekali koq beli komputer.

Lagi2 PR KPK nambah lagi deh.. namun sayang di Cilacap nggak ada KPK. Kalo di usut polisi masih nggak yakin saya..

Coretan kertas..November 7, 2008 4:41 pm

Hari ini ada email tentang surat pernyataan Amrozi cs. Dan dihari yang sama ternyata ada pesan (sebagaimana dibawah) yang agak berbeda dengan surat Amrozi. Silakan dipilih dan dipilah.

Pesan KRK, 28 Oktober 2008 (http://wirasaba.multiply.com)

Oct 27, ‘08 11:33 PM
for everyone

Wahai kawulan-Ingsun,


mempelajari islam secara sederhana dengan melalui perilaku
dan tirakat bertahun tahun..akan semakin yakin,

tentang kebenaran islami secara arif dan bijaksana

bukan melahirkan dalam bentuk teror berdarah,

apalagi kebencian terhadap ummat beragama lain

tetapi kebersamaan didalam keperbedaan

demikian yang diajarkan Rasululloh SAW kepada kita semua,

karena islam yang sesungguhnya adalah indah dan menyejukkan

sehingga akan menyentuh Nurani,

dan bertahta di dalam hati, itulah yang HAK,

sehingga keyakinan islam tidak bisa dimatikan

dan tidak pernah akan mati sampai kapanpun

karena islam mencintai semua kehidupan

dan mengajarkan kebersamaan yang indah didalam keperbedaan.

Semoga engkau memahami pitutur Ingsun ini.

(Kanjeng Ratu Segara Kidul)

Coretan kertas..October 2, 2008 10:26 am

Hari kemenangan itu selalu menjadi hari yang sangat istimewa buat kami sekeluarga, hari itu menjadi tempat berkumpul kami dengan keluarha di kampung. Setelah setahun mencari nafkah di kota, hari kemenangan itu menjadi hari kembali kepada keluarga. Dan semoga menjadi hari kembali ke Fitri.

Begitu juga dengan tahun ini, hari ini menjadi hari yang sangat istimewa karena harus kami rayakan di kota tempat kami mencari nafkah. Awal bulan ramadhan tahun ini kami mempunyai anggota keluarga baru sehingga jika harus dipaksakan pulang kampung mungkin akan banyak resiko yang harus kami ambil. Perjalanan panjang yang sangat meletihkan rasanya sayang harus dialami buah hati kami yang masih kecil, maka hari kemenangan ini kami lalui di Jakarta.

Di atas semua istimewanya hari itu, ada sedikit kegundahan di hari kemenangan ini. Karena mungkin kemenangan ini hanyalah klaim saja, yang jauh dari arti kemenangan sesungguhnya.. Boleh jadi saya sebulan penuh bisa menahan lapar dan dahaga di siang hari. Namun dikala siang letih lemas dan lapar itulah emosi ditantang, dan mungkin… disitulah saya kalah.. Ketika bulan puasa menjadikan kemacetan jalan menjadi lebih parah, mungkin emosi saya kalah…

Namun atas itu semua saya masih mengharap rahmat dan ridlo Tuhan untuk amal ibadah kami yang seadanya dan apa adanya dan bahkan barangkali sekenanya…

Selamat Idul Fitri 1429 H. Semoga banyak hidayah yang bisa bertahan hingga bulan-bulan setelah lebaran..

Coretan kertas..September 1, 2008 5:02 pm

 

Bulan ini adalah bulan yang sangat dirindukan oleh umat Islam, nuansa, suasana dan aneka peristiwa yang terjadi di bulan ini menjadi saat yang sangat mengesankan. Seiring dengan indahnya bulan banyak acara yang sangat positif seperti buka bersama, tadarus, pengajian menjadi sangat marak.

Demikian juga bagi kami saat ini menjadi saat yang sangat berkesan, dan baju2 baru pun menjadi penghias kegembiraan bulan ini.

Hanya saja indahnya bulan ini bagi kami menjadi terkotori oleh ulah para anak2 remaja tanggung yang bikin ulah di depan rumah saya.. Barang kali apakah ini resiko menempati rumah di pinggir jalan?… Tapi Dari tahun ke tahun tidak berubah. Anak2 remaja tanggung yang dari rumah bilangnya mau tarawih ternyata hanya nongkrong sama temen2nya di pinggir jalan. Dan entah kenapa mereka sok berbuat tawuran saat habis isya, Kenapa pas hari2 biasa nggak ada apa2 pas bulan puasa pada main tawuran, mungkin bagi mereka cuma main2 tapi efeknya mengganggu pemakai jalan raya dan penduduk sekitar. Jika sudah keterlaluan terpaksa saya keluar dan marah2 ke mereka untuk bubar… Huf… capek ngomong ama mereka.

Dan satu lagi Petasan… Aduh yang satu ini sepertinya nggak kenal waktu udah jam 10, jam 11, jam 5. Di saat orang2 sudah pada tidur sepertinya petasan tidak kunjung berhenti.

Sedikit ironi bagi saya, ketika orang dianjurkan untuk berbuat baik, ini malah justru mengganggu orang lain.. Atau barangkali sesuatu yang nggak tersentuh juga barangkali karena kadang ceramah tarawih sibuk untuk mengungkap bid’ah2 sehingga perlaku mengganggu orang lain menjadi priority nomor ke seribu untuk diungkap..

Selamat berpuasa semoga banyak yang mendapat hidayah Tuhan di bulan ini.

Coretan kertas..August 28, 2008 8:00 am

Setelah harga minyak naik… Harga elpiji naik… ehmm. Unfortunately to me I have no choice, as BBM price hike I have no choice.

Jika harga mobil naik barangkali saya masih ada pilihan untuk beli motor, jika harga motor naik maka saya masih ada pilihan beli sepeda, dan jika harga sepeda naik saya masih ada pilihan jalan kaki pake KRL dan jalan kaki lagi. Seharusnya kalo LPG naik saya masih ada pilihan pake minyak tanah cuma minyak tanah di Jakarta sudah tidak ada, maka seharusnya saya masih ada pilihan pake kayu bakar, dan ternyata di Jakarta juga tidak ada kayu bakar, dan tidak mungkin di Jakarta pake kayu bakar karena penduduk yang padat. Untuk orang seperti saya pilihannya adalah pasrah dan protes. Pasrah seharusnya tidak akan mengubah keadaan, dan protes rasanya seperti berteriak di tengah samudra, who care. Dan ditengah samudra dunia maya saya coba protes dengan menyajikan tulisan Kak Lia.

Dulu saya cukup kenal baik dengan Kak Lia dan saat ini saya beberapa kali melihat dia di Kompas dan di TV. Protes ini barangkali hanya suara di tengah samudra namun suara Kak Lia saya yakin sudah di baca oleh ribuan orang di Indonesia..

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/08/28/00322352/harga.elpiji.naik.lagi

Harga Elpiji Naik Lagi?
Kamis, 28 Agustus 2008 | 00:32 WIB
Oleh Ilyani S Andang

Setelah kenaikan harga elpiji sekitar 23 persen pada bulan akhir Juni lalu, kini Pertamina kembali menaikkan harga dasar elpiji 12 kg dari Rp 63.000 menjadi Rp 69.000. Padahal, masyarakat sedang menghadapi bulan puasa di mana harga semua barang sudah merangkak naik.

Sungguh tidak ada kepekaan Pertamina untuk sejenak berempati kepada masyarakat yang sedang dirundung kenaikan harga beruntun.

Mengapa harga elpiji naik? Bukankah masyarakat dianjurkan untuk menggunakan gas sebagai energi yang masih berlimpah terdapat di bumi Indonesia? Bukankah pemerintah juga sedang menggalakkan konversi energi dari minyak tanah ke pemakaian gas? Pertanyaan seperti itu mendera masyarakat, yang diam dan nrimo, karena merasa apatis terhadap kebijakan kenaikan harga seperti ini.

Jika dianggap bahwa harga gas adalah wewenang Pertamina, bukankah Pertamina adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang merupakan perpanjangan tangan negara dalam menjalankan amanat UUD yang menyebutkan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya adalah milik negara dan digunakan sebesar-besar untuk kemakmuran rakyat?

Elpiji digunakan oleh sektor rumah tangga sebanyak 70 persen, industri termasuk UKM sebesar 17 persen, dan bisnis sebesar 13 persen. Dampak kenaikan harga elpiji tentu akan sangat dirasakan oleh jutaan konsumen rumah tangga. Dengan kenaikan harga elpiji ini, jutaan konsumen akan semakin menderita. Adapun bagi UKM yang menggunakan elpiji, kenaikan harga ini sekali lagi semakin memukul kemampuan produksi karena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) telah menyebabkan kenaikan harga bahan baku, kenaikan ongkos transportasi, sementara daya beli konsumen melemah.

Dalih Pertamina

Sungguh tidak ada sensitivitas untuk menunggu jeda dampak kenaikan harga BBM dan harga elpiji pada bulan Mei-Juni lalu sebelum mempertimbangkan kenaikan harga elpiji kedua kali ini pada tahun yang sama. Yang mengerikan, Pertamina malah sudah menjanjikan kenaikan rutin harga elpiji ini setiap bulannya.

Alasan Pertamina dalam menaikkan harga elpiji selalu mengacu pada harga komersial di luar negeri sehingga jika harga tidak dinaikkan, Pertamina akan menanggung kerugian karena harus menyubsidi harga elpiji kepada masyarakat. Padahal, pada tahun 2007 saja, Pertamina membukukan keuntungan sebesar Rp 24,5 triliun, naik sebesar 29 persen dari tahun sebelumnya. Keuntungan ini jauh melebihi target keuntungan Pertamina sebesar Rp 17,7 triliun (sumber: RUPS Pertamina 2008). Mana yang disebut sebagai kerugian?

Selain itu, jika alasan Pertamina atas kenaikan biaya operasional adalah harga BBM, justru harga BBM sedang turun secara drastis di pasar internasional, dari harga tertinggi 137 dollar AS per barrel sekarang ”hanya” 113 dollar AS per barrel. Bukankah logikanya berarti biaya operasional juga turun?

Apakah Pertamina sudah cukup efisien dan efektif? Dari angket DPR saja sudah dapat diketahui bahwa terdapat kekisruhan pengelolaan energi di Indonesia, menyangkut cost recovery, di mana BPK menduga terdapat inefisiensi dalam sistem cost recovery ini mencapai puluhan triliun rupiah.

Kemudian, mengenai definisi subsidi, ini juga mengandung unsur ketidakadilan dalam penjualan gas untuk rakyat di dalam negeri sendiri dibandingkan dengan penjualan gas ke luar negeri.

Mengapa? Karena dalam pengelolaan gas Indonesia beberapa fakta kontrak penjualan gas di luar negeri menunjukkan bahwa gas Indonesia dijual sangat murah, jauh di bawah harga pasar dunia. Lalu mengapa pemerintah tidak menyebutkan ini sebagai kerugian yang fatal atau subsidi dengan kerelaan sendiri? Sementara rakyat Indonesia selalu dicekoki kalimat bahwa ”subsidi” memberatkan karena harga energi yang terus naik di pasar internasional.

Di mana posisi tawar rakyat/konsumen Indonesia? Bahkan ketika YLKI dan representasi konsumen menggugat Pertamina pada tahun 2001 karena kenaikan harga elpiji, konsumen tetap kalah di pengadilan. Kekalahan itu sekali lagi menunjukkan bahwa betapa lemahnya posisi tawar konsumen Indonesia berhadapan dengan produk yang jelas-jelas dimonopoli oleh satu perusahaan yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Ilyani S Andang Peneliti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)